Sejarah Desa Pampang

kalurahanpampang 07 Juni 2026 18:04:56 WIB

Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Pendahuluan

Desa Pampang merupakan salah satu dari tujuh desa yang berada di wilayah Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat Desa Pampang dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, serta pelestarian adat dan budaya warisan leluhur yang masih terjaga hingga saat ini.

Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Selain itu, terdapat pula masyarakat yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, guru, pedagang, serta pengrajin perak dan tembaga yang menjadi salah satu identitas ekonomi desa.

Dalam kehidupan sosial budaya, masyarakat Desa Pampang masih melestarikan berbagai tradisi dan kesenian, antara lain:

Tradisi dan Upacara Adat

  1. Rasulan atau Bersih Dusun
  2. Nyadran
  3. Sedekah dan kirim doa
  4. Srabi Kocor sebagai ritual permohonan hujan
  5. Kesenian Tradisional

Kesenian Tradisional

  1. Wayang Kulit Purwa
  2. Klenengan
  3. Reyog Klasik
  4. Campursari RKP
  5. Sholawatan

Penyusunan sejarah Desa Pampang dilakukan berdasarkan keterangan para sesepuh desa, tim penyusun sejarah, narasumber terpercaya, serta berbagai peninggalan dan petilasan yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Keadaan Wilayah

Identitas Desa

  1. Nama Resmi: Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, DIY
  2. Luas Wilayah: 371,688 hektare
  3. Jumlah Penduduk: 2.681 jiwa
    1. Laki-laki: 1.341 jiwa
    2. Perempuan: 1.340 jiwa
  4. Jumlah Kepala Keluarga: 896 KK

 

Pembagian Wilayah

Desa Pampang terdiri atas lima padukuhan, yaitu:

  1. Polaman
  2. Jetis
  3. Pampang
  4. Kedungdowo Wetan
  5. Kedungdowo Kulon

 

Batas Wilayah

  1. Sebelah Timur: Desa Wareng
  2. Sebelah Selatan: Desa Mulusan dan Desa Karangasem
  3. Sebelah Barat: Desa Grogol
  4. Sebelah Utara: Toboyo, Desa Plembutan

 

Kondisi Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Kondisi Ekonomi

Sebagian besar masyarakat Desa Pampang bekerja di sektor pertanian. Adapun komposisi pekerjaan penduduk meliputi:

  1. Petani: 136 jiwa
  2. Buruh tani: 212 jiwa
  3. PNS: 36 jiwa
  4. Pedagang: 112 jiwa
  5. Pengrajin perak: 122 jiwa

 

Sentra Kerajinan Perak

Desa Pampang dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan perak di Kabupaten Gunungkidul. Industri ini telah berkembang sejak tahun 1960-an dan hasil produksinya pernah dipasarkan hingga ke Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat, pada tahun 2009 dibangun Galeri Perak melalui bantuan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang kemudian diresmikan oleh Bupati Gunungkidul.

 

Pendidikan

Tingkat pendidikan masyarakat Desa Pampang meliputi:

  1. Sarjana (S-1): 6 jiwa
  2. SMA/SLTA: 48 jiwa
  3. SMP/SLTP: 54 jiwa
  4. SD: 172 jiwa
  5. TK/PAUD: 76 jiwa

 

Kehidupan Beragama

Mayoritas penduduk Desa Pampang beragama Islam.

  1. Islam: 2.669 jiwa
  2. Kristen/Katolik: 22 jiwa

Untuk mendukung kegiatan keagamaan, terdapat 12 masjid yang tersebar di lima padukuhan.

 

Tradisi dan Upacara Adat

Berbagai tradisi yang masih dilestarikan masyarakat antara lain:

Rasulan (Bersih Dusun)
Ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang dilaksanakan secara bergiliran di setiap padukuhan.

Kirim Doa
Tradisi memohon keberkahan dan kesuburan tanaman menjelang musim tanam.

Srabi Kocor
Ritual permohonan hujan yang dilaksanakan di kawasan Sumur Gedhe, Padukuhan Pampang.

Nyadran dan Sedekah Bayi
Tradisi yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat, mulai dari kelahiran hingga penghormatan kepada leluhur.

Gumbregan
Selamatan untuk hewan ternak yang dilaksanakan pada Wuku Gumbreg sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sejarah Kepemimpinan Desa Pampang

Sejak berdirinya desa hingga saat ini, Desa Pampang telah dipimpin oleh beberapa kepala desa sebagai berikut:

No

Nama Kepala Desa

Masa Jabatan

Keterangan

1

Kyai Lurah Sodinomo

Tidak tercatat

Lurah pertama

2

Kyai Lurah Songet

± 1 tahun

Diberhentikan karena masalah administrasi

3

Kyai Lurah Harjo Suwito

1927–1948

Dalang wayang terkenal

4

Pawiro Utomo

1948–1965

Masa transisi pasca kemerdekaan

5

Suyanto, SE

1965–1995

Pembangunan SD, pasar, dan balai desa

6

Sarmidi, SE

1996–2004

Modernisasi administrasi desa

7

Sugiyatno

2004–2014

-

8

Iswandi, SE

2015–2020

Rehabilitasi balai desa dan pengembangan BUMDes

9

Saiful Khohar

2021–sekarang

Masih menjabat

Asal-Usul Desa Pampang

Asal Nama Desa

Nama Pampang diyakini berasal dari istilah sempalaning pang-pang, yaitu cabang pohon besar yang patah. Nama tersebut memiliki makna historis yang berkaitan dengan keberadaan abdi dalem Keraton yang pernah menetap di wilayah ini.

Sejarah Padukuhan

Padukuhan Polaman

Nama Polaman berasal dari kata Pol (berakhir) dan Ulama, yang merujuk pada perjalanan hidup Kyai Mangun Ijoyo, seorang ulama pengembara yang menetap di wilayah tersebut.

Peninggalan yang masih dapat dijumpai antara lain:

  1. Makam Kyai Mangun Ijoyo
  2. Lokasi yang diyakini pernah menjadi markas Jenderal Sudirman pada tahun 1946

 

Padukuhan Jetis

Menurut cerita turun-temurun, nama Jetis berasal dari nama seorang tokoh pendiri wilayah bernama Boletis.

Beberapa lokasi yang dikenal masyarakat setempat antara lain:

  1. Pohon Randu Alas
  2. Bumi Pasarean

 

Padukuhan Pampang

Padukuhan ini menjadi pusat pemerintahan desa dan memiliki Sumur Gedhe yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi Srabi Kocor.

 

Padukuhan Kedungdowo Wetan dan Kedungdowo Kulon

Nama Kedungdowo berasal dari gabungan kata kedung yang berarti sungai dalam dan dowo yang berarti panjang.

Beberapa peninggalan sejarah yang terdapat di wilayah ini antara lain:

  1. Pasar Pon
  2. Tugu Triangulasi yang dipercaya berkaitan dengan peristiwa perjuangan pada masa lampau

 

Sumber Referensi

Penyusunan sejarah Desa Pampang mengacu pada berbagai sumber, antara lain:

  1. Buku Silsilah Kyai Demang Wirjo Setjoko (1984)
  2. Buku Trah Wono Dikromo (2000)
  3. Wawancara dengan 13 sesepuh desa berusia antara 71 hingga 88 tahun

 

Penutup

Desa Pampang merupakan desa yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari identitas desa.

Semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

"Guyub Rukun, Subur Makmur, Pampang Ijo."

Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
Galeri Foto
STRUKTUR PEMERINTAHAN KALURAHAN

PERANGKAT KALURAHAN

LURAH

SAIFUL KHOHAR

LURAH

Kal. Pampang Paliyan

CARIK

ADINDA AYU

CARIK

Kal. Pampang Paliyan

PANATA LAKSANA

TAUFIQ RIDWAN

PANATA LAKSANA

Kal. Pampang Paliyan

DANARTA

PRAMANA

DANARTA

Kal. Pampang Paliyan

PANGRIPTA

BELUM ADA

PANGRIPTA

Kal. Pampang Paliyan

JAGABAYA

SUTARJO

JAGABAYA

Kal. Pampang Paliyan

ULU-ULU

DWI HARDAWANTO

ULU-ULU

Kal. Pampang Paliyan

Staf Ulu-Ulu

ISWANTO

Staf Ulu-Ulu

Kal. Pampang Paliyan

KAMITUWA

KUWADI

KAMITUWA

Kal. Pampang Paliyan

Staf Pelayanan

ASTUTI ROHMAH

Staf Pelayanan

Kal. Pampang Paliyan

Staf Pelayanan

TITI MARYUTI

Staf Pelayanan

Kal. Pampang Paliyan

PERANGKAT DUKUH

Dukuh Jetis

SLAMET

Dukuh Jetis

Padukuhan Jetis

Dukuh Polaman

HERULAWAN

Dukuh Polaman

Padukuhan Polaman

Dukuh Pampang

ENDI WIDAYATNO

Dukuh Pampang

Padukuhan Pampang

Dukuh Kedungdowo Wetan

VEGA CANDRA MULIA

Dukuh Kedungdowo Wetan

Padukuhan Kedungdowo Wetan

Dukuh Kedungdowo Kulon

AJI AWALANI

Dukuh Kedungdowo Kulon

Padukuhan Kedungdowo Kulon

PETA WILAYAH KALURAHAN PAMPANG

Peta Kalurahan Pampang

Jelajahi Lokasi & Informasi Wilayah
SID PAMPANG
Klik untuk menghubungi admin via WhatsApp
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial